5 Mitos Tentang Tubuh Gemuk Yang Harus Kamu Ketahui

Tubuh gemuk memang membuat kita merasa kurang percaya diri dan membuat kita merasa kurang nyaman. Jadi jangan mensepelekan tentang berat badan, selain berat badan untuk menunjang penampilan yang ideal, berat badan yang ideal juga baik bagi kesehatan.  Karena sangat penting bagi kita untuk menjaga berat badan agar tidak terlalu gemuk, khususnya bagi mereka yang dalam keluarganya memiliki riwayat penyakit  tekanan darah tinggi/ hipertensidiabetes, sakit jantung, dan memiliki kadar kolesterol tinggi. tapi tahukah anda di luar sana ada banyak kesalahpahaman tentang tubuh gemuk. Mungkin Anda salah satu yang mempercayainya. Namun, ternyata dari sekian banyak hal yang tersebar, tidak sedikit kesalahpahaman.
Dan berikut ini tentang 5 Mitos Tentang Tubuh Gemuk Yang Harus Kamu Ketahui. Simak Penjelasannya.


5 Mitos Tentang Tubuh Gemuk Yang Harus Kamu Ketahui


MITOS TENTANG TUBUH YANG GEMUK


Memiliki tubuh yang gemuk memang menjadi masalah tersendiri, disamping memiliki bahaya dan gangguan kesehatan, tubuh yang terlalu gemuk juga menurunkan rasa kepercayaan diri karena penampilan yang tidak ideal seperti perut yang membuncit. Kenapa orang gemuk perutnya buncit? Perut buncit merupakan pertanda adanya timbunan lemak di perut, yang disebut omentum. Omentum adalah jaringan lemak yang terletak diantara rongga perut yang berfungsi untuk melindungi organ-organ yang ada di dalamnya. Omentum sangat mudah menyerap lemak yang ada pada tubuh, itu sebabnya ketika berat badan naik maka jaringan omentum ikut menebal, itulah sebabnya mengapa orang yang bertubuh gemuk perutnya buncit. 

Seseorang dengan badan yang terlalu gemuk lebih beresiko mengalami gangguan tidur. Sleep apnea, sebuah kondisi dimana seseorang berhenti bernafas beberapa kali saat tertidur, dan ini merupakan gangguan tidur yang cukup serius. Kondisi ini dapat mengakibatkan kadar oksigen menurun drastis yang kemudian mempengaruhi jantung dan pembuluh darah serta meningkatkan resiko diabetes dan stroke.

Bahaya tubuh terlalu gemuk berikutnya adalah hipertensi. Seseorang yang terlalu gemuk kadar kolesterol yang tinggi dalam darah dapat menyumbat pembuluh darah dan dapat menjadi ancaman yang serius.

Pada wanita dengan tubuh yang terlalu gemuk biasanya mengalami ketidakseimbangan hormon yang dapat menyebabkan rahim tidak subur, dan resiko keguguran lebih besar. Kegemukan juga dapat mempengaruhi sistem metabolisme tubuh yang menyebabkan haid menjadi tidak teratur.

Mereka dengan tubuh yang terlalu gemuk otot-ototnya akan terbungkus dan terdesak oleh lemak yang menumpuk, yang menyebabkan otot pada tubuh melemah. Itu sebabnya mengapa banyak orang gemuk yang merasa lemas dan enggan untuk melakukan aktifitas fisik yang berat seperti berolahraga.


Namun dari masalah-masalah yang ada terdapat juga tentang mitos-mitos tentang tubuh yang terlalu gemuk berikutlah penjelasannya:

1. Orang Gemuk Tidak Bisa Sehat

Seseorang bisa makan, berolahraga dengan baik, memiliki tekanan darah, kolesterol, dan gula darah yang normal, namun tubuhnya tetap gemuk.
Dan orang yang terlihat lebih gemuk daripada orang-orang kebanyakan, tidak berarti memiliki lemak berlebihan.


2. Otot Dapat Berubah Menjadi Lemak

Otot tidak akan pernah menjadi lemak, hanya saja jika Anda terlalu lama berkegiatan tanpa melibatkan otot-otot tubuh, hal ini akan memperlambat metabolisme.
Sekali dalam sehari setidaknya luangkan waktu selama 30 menit untuk berolahraga, agar otot tetap kuat dan sehat.


3. Dengan Olahraga Dapat Mengubah Lemak Menjadi Otot

Lemak dan otot adalah dua hal yang berbeda dan terpisah. Seharusnya Anda menggabungkan latihan kardiovaskular, seperti berjalan kaki atau bersepeda untuk membakar lemak dan membentuk otot.

4. Makan Lemak Dapat Membuat Anda Gemuk

Salah. Karena faktanya semua orang lahir dengan sel lemak tertentu yang dapat diturunkan atau dinaikkan. Selain itu, mengonsumsi lemak tak jenuh dapat membuat Anda merasa lebih kenyang dalam waktu yang lama.

5. Otot Lebih Berat Dari Pada Lemak

Ukuran pon tetaplah pon. Perbedaan antara lemak dan otot adalah bahwa satu pon lemak memiliki volume yang lebih daripada satu pon otot, yang juga berarti Anda dapat terlihat lebih kurus.

Nah itulah 5 Mitos Tentang Tubuh Gemuk Yang Harus Kamu Ketahui bahwa semua tentang berita tentang berat badan belum tentu adalah benar.

Ini Tip buat kamu biar tidak mudah menjadi gemuk

Meski karbohidrat merupakan bagian penting dari nutrisi harian tubuh kita, namun kelebihan konsumsi karbohidrat tidak baik bagi tubuh Anda. Pasalnya, karbohidrat mudah tersimpan menjadi lemak, sehingga mengonsumsi karbohidrat secara berlebihan akan bisa membuat Anda mudah dan cepat gemuk.


1. Banyaklah Mengkonsumsi Makanan Yang Mengandung Karbohidrat Setelah Berolahraga

Cara terbaik agar diet karbohidrat bisa berkerja adalah makan sebagian besar karbohidrat setelah latihan beban atau latihan intensitas tinggi. Ini menguntungkan karena karbohidrat meningkatkan produksi insulin di dalam tubuh, yang sangat dibutuhkan pada periode latihan Anda.

Ketika Anda berolahraga, tubuh Anda menghabiskan glukosa dan glukogen, yang digunakan untuk menyimpan energi. Dan ketika Anda tidak mencapai titik di mana Anda tak cukup energi, tubuh Anda melepaskan kortisol (hormon stres). Pada dasarnya, hormon ini akan memecah jaringan otot dan mengubahnya menjadi glukosa melalui proses yang disebut glukoneogenesis.

Jadi dengan makan karbohidrat setelah latihan bukan saja membuat Anda menyimpan lemak lebih sedikit tapi Anda membantu pemulihan tubuh dari proses ini.

2. Hindari Mengkonsumsi Makanan Yang Mengandung Karbohidrat Pada Saat Makan Siang

Meskipun Anda harus benar-benar makan karbohidrat setelah latihan, di satu ketika Anda harus mempertimbangkan mengurangi asupan karbohidrat pada saat makan siang.

Pada waktu makan siang di pertengahan hari kerja Anda, Anda kurang fokus dan tidak waspada.

Sebaliknya, Anda harus menyimpan karbohidrat untuk makan malam. Dengan begitu, mereka akan membantu Anda bersantai dan tertidur lebih mudah. Selain itu cobalah makan karbohidrat dari tepung sayuran seperti kentang dan ubi jalar.

3. Jangan Minum Minuman Manis Ketika Makan

Akhirnya, untuk menghindari menyimpan karbohidrat sebagai lemak, Anda juga harus menghindari minuman manis saat makan. Jus dengan banyak gula dan soda, keduanya menyebabkan pencernaan Anda memperlambat, yang menyebabkan lebih banyak kalori berubah menjadi lemak dan menyebabkan Anda bertambah berat badan.

Alkohol memiliki efek yang sama, dan dengan kopi bisa menyebabkan dehidrasi.

Untuk itu minumlah air putih selama makan dan sistem pencernaan Anda akan cepat dan memungkinkan membakar lebih banyak lemak. Air juga secara signifikan lebih sehat dari jus bergula dan minuman ringan, dan lebih sering minum akan membuat Anda lebih terhidrasi.

TIPHIDUP.COM Merupakan media informasi seputar kehidupan dan motivasi yang akan menjadi inspirasi bagi anda ^_^

Share this

Related Posts

First