Belajar Dari Kisah Pengalaman Iwan Fals - Mencintai Pilihan

Dunia ini menawarkan kebebasan kepada kita untuk memilih profesi, kebebasan untuk meilih pekerjaan, atau kebebasan dalam memilih bidang prestasi sesuai dengan kehendak kita. Jumlah pilihan itu terus bertambah dan tidak mungkin menjadi berkurang. Tidak salah jika kita selama ini menyimpulkan bahwa untuk berprestasi di bidang apa saja pasti dibutuhkan pusaka yang bernama bakat yang selalu kita asumsikan sebagai keunggulan bawaan dari lahir yang diberikan oleh tuhan kepada orang tertentu saja dan tidak diberikan kepada orang lain. Namun, cukupkah bakat itu dijadikan pusaka tunggal? Pengalaman Iwan Fals dan studi ilmiah para ahli menyimpulkan hal yang sangat berbeda. Simak penjelasan berikut.


Belajar Dari Kisah Pengalaman Iwan Fals - Mencitai Pilihan

Belajar Dari Kisah Iwan Fals - Mencintai



IWAN FALS, bernama lengkap Virgiawan Listianto, lahir di Jakarta, 3 September 1961.
Iwan Fals menempuh jenjang pendidikan formal di Bandung dan di Jakarta. Ia menyelesaikan sekolah menengah pertamanya di SMP 5 Bandung, SMAK BPK Bandung, dan dilanjutkan ke Sekolah Tinggi Publisistik, Jakarta serta Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta (sekarang IKJ). Saat duduk di banguk sekolah, Iwan Fals beberapa kali menjuarai kejuaraan  azan tingkat DKI dan di kejuaraan Karate Tingkat Nasional.

Iwan Fals saat kecil bercita-cita menjadi tentara. Untuk memperjuangkan cita-citanya, ia menekuni olahraga dan aktif di bidang beladiri silat, karate, kungfu, dan jenis olahraga lainya, seperti sepak bola, basket, voli. Di bidang olah raga,  iwan sempat berprestasi. Tapi ternyata seni musik lebih memikat dirinya. Dan mulai saat itulah Iwan menghilangkan filosofi menang-kalah. Di dunia olahraga selalu ada yang namanya menang atau kalah, tetapi di dunia musik hal seperti itu tidak ada.

Iwan Fals lahir dari keluarga yang sangat taat beragama dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Dari kecil sang ibu sudah biasa mengajaknya untuk terlibat dalam berbagai kegiatan sosial.

Baca Juga : 5 Mitos Tentang Tubuh Gemuk Yang Harus Kamu Ketahui

Bagaimana Iwan Fals meniti kariernya di dunia musik? Sejak usia 13 tahun, ketika iwan masih duduk d bangku SMP, ia sudah berlatih musik mulai dengan cara mengamen di sejumlah acara sosial, kawinan, dan sunata sampai pernah mencoba menciptakan lagu sendiri yang konon sempat diudarakan di Radio 8 EH, Bandung.

Beberapa lagu yang dinyanyikan Iwan Fals mulai dikenal masyarakat di luar kota Bandung, termasuk di Jakarta. Mulanya tertarik dengan ajakan seorang produser, Iwan yang masih sekolah di SMAK BPK Bandung, pergi ke Jakarta bersama teman-temannya yang tergabung dalam kelompok Amburadul untuk masuk dapur rekaman bersama. mereka berbekal uang hasil penjualan sepeda motor Iwan. Namun, penjualan albumnya kurang sukses di pasaran.

Iwan kembali mengamen dan ikut dalam berbagai festival musik. ia sempat menjuarai festival musik country lalu mengikuti festival lagu humor yang sempat direkam oleh perusahaan ABC Records. Namun, lagi-lagi album ini bernasib sama dengan album sebelumnya alias kurang booming di pasaran. Setelah sempat rekaman empat sampai lima album, nama Iwan akhirnya melejit i tangan Musica Studio yang kemudian menghasilkan album-album karyanya, seperti Sarjana Muda, yang menjadi album solo perdananya.

Meskipun sudah masuk ke dapur rekaman dan albumnya mulai diterima di pasar, Iwan diam-diam masih mengamen dari rumah ke rumah di acara hajatan dan sunatan, sembari sesekali ngamen di Pasar Kaget, Blok M. Ini dilakukannya untuk menghidupi keluarga. Iwan juga sekali-sekali memanfaatkan kendaraannya untuk menarik penumpang sepulang dari studio.

Pada awal tahun 1982, istri Iwan, Rosana, melahirkan anak pertamanya, Galang Rambu Anarki, di tengah keadaan ekonomi yang sedang sulit. Meskipun demikian, Iwan tetap bersyukur dengan membuat lagu khusus yang berjudul Galang Rambu Anarki, sama dengan nama anaknya. Tiga tahun selanjutnya iwan masih mengamen. Baru tahun 1985, setelah anak keduanya lahir, Analissa Cikal Rambu Basae, Iwan memutuskan berhenti total dari mengamen. 

Di masa Orde Baru, lagu-lagu Iwan sempat dicekal dan ia dilarang melakukan pertunjukan di beberapa daerah. karena lirik lagunya dianggap dapat memancing kerusuhan. Pada awalnya, Iwan Fals banyak membuat lagu yang bertema kritikan pada pemerintah indonesia. Beberapa lagu itu bahkan dapat dikategorikan terlalu keras pada masanya, sehingga perusahaan rekaman yang menaungi Iwan Fals tidak mau atau lebih tepatnya tidak berani memasukkan lagu-lagu tersebut ke dalam album untuk dijual bebas. Iwan Fals juga mengakui kalau pada saat itu dia sendiri juga tidak tertarik untuk memasukkan lagu-lagu ini ke dalam album.

Sewaktu Orde Baru, tidak sedikit agenda program konser Iwan yang dilarang dan dibatalkan oleh aparat pemerintah, dikarenakan lirik-lirik lagunya dianggap bisamemancing keributan. pada permulaan karirnya, Iwan Fals tidak sedikit menciptakan lagu yg bertajuk cemooh bagi pemerintah. beberapa lagu itu malahan mampudikategorikan terlalu pedas untuk masanya, maka industri rekaman yang menaungi Iwan Fals enggan atau lebih tepatnya tak berani memasukkan lagu-lagutersebut pada album untuk dipasarkan lepas. belakangan Iwan Fals pula mengakui jikalau pada waktu itu dirinya sendiri juga tak tertarik untuk memasukkanlagu-lagu ini ke pada album.

Rekaman lagu-lagu yg tak dijual tercantum selanjutnya pernah diputar di satu buah terminal radio yg saat ini telah tak membubung pun. Iwan Fals sedang sempatmenyanyikan lagu-lagu tertera dekat sekian banyak konser musik, yg menimbulkan ia pun kali mesti berhubungan dgn pihak keamanan dgn argumen lirik lagu ygdinyanyikan bisa menggelisahi kestabilan negara. sekian banyak konser musiknya terhadap thn 80-an serta pernah disabotase bersama kiat memadamkanajaran setrum dan sempat tengah dibubarkan dengan cara paksa cuma dikarenakan Iwan Fals menayangkan lirik lagu yg menyindir penguasa dikala itu.

Pada bln April th 1984 Iwan Fals mesti bermasalah dgn pegawai pemerintah keamanan dan pernah ditahan dan diinterogasi sewaktu 2 pekan gara-gara menyanyikan lirik lagu Demokrasi Nasi dan struktur biasa kembali Mbak Tini untuk suatu konser di Pekanbaru. Sejak penyakit itu, Iwan Fals dan keluarganya tidak jarang meraihteror cuma segelintir fans fanatik Iwan Fals yg serta menaruh rekaman lagu-lagu ini, dan kini jadi koleksi yg amat berharga.

Saat menyatu bersama group SWAMI dan launcing album bertema SWAMI untuk 1989, mutu Iwan makin meroket dgn membentuk hits Bento dan Bongkar yg amat sangat fenomenal. Perjalanan karier Iwan Fals masih memanjat disaat dirinya berasimilasi dgn Kantata kepatuhan bagi 1990 yg didukung penuh oleh pebisnisSetiawan Djodi. Konser-konser Kantata ketaatan waktu itu hingga saat ini dianggap yang merupakan konser musik yg paling besar dan termegah sepanjang historimusik Indonesia

Setelah janji bersama SWAMI yg membuahkan dua album (SWAMI dan SWAMI II) berhenti, dan disela Kantata yg( membuahkan Kantata ketaatan dan Kantata Samsara), Iwan Fals tambah memecat album-album tersendiri ataupun dgn group seperti album Dalbo yg tergarap dengan sebahagian mantan personil SWAMI.

Sejak meluncurnya album nada budi pekerti buat 2002, Iwan Fals sudah mempunyai grup musisi pengiring yg terus dan senantiasa menyertai pada tiap-tiappelaksanaan album ataupun konser. Menariknya, dekat semua media musik yg difungsikan apik oleh Iwan fals ataupun bandnya buat tiap-tiap penampakan di depanglobal tak sempat kelihatan brand ataupun simbol. seluruhnya identitas terkandung senantiasa ditutupi atau dihilangkan. kepada kancah yg jadi dunianya, Iwan Falstak sempat mengijinkan ada simbol atau naskah pemberi terhampar kepada mengayomi idealismenya yg tak ingin dianggap jadi wali bersumber kreasi tertentu.


Keluarga - Iwan Fals

Iwan lahir dari Lies (ibu) dan mempunyai ayah tiri Haryoso (almarhum). Iwan menikahi Rosanna (Mbak Yos) dan mempunyai anak Galang Rambu Anarki (almarhum), Annisa Cikal Rambu Basae, dan Rayya Rambu Robbani.

Galang mengikuti jejak ayahnya terjun di bidang musik. Walaupun demikian, musik yang ia bawakan berbeda dengan yang telah menjadi trade mark ayahnya. Galang kemudian menjadi gitaris kelompok Bunga dan sempat merilis satu album perdana menjelang kematiannya.

Nama Galang juga dijadikan salah satu lagu Iwan, berjudul Galang Rambu Anarki pada album Opini, yang bercerita tentang kegelisahan orang tua menghadapi kenaikan harga-harga barang sebagai imbas dari kenaikan harga BBM pada awal tahun 1981 yaitu pada hari kelahiran Galang (1 Januari 1981).

Nama Cikal sebagai putri kedua juga diabadikan sebagai judul album dan judul lagu Iwan Fals yang terbit tahun 1991. Sebelumnya Cikal juga pernah dibuatkan lagu dengan judul Anissa pada tahun 1986. Rencananya lagu ini dimasukkan dalam album Aku Sayang Kamu, namun dibatalkan. Lirik lagu ini cukup kritis sehingga perusahaan rekaman batal menyertakannya. Pada cover album Aku Sayang Kamu terutama cetakan awal, pada bagian penata musik masih tertulis kata Anissa.

Galang Rambu Anarki meninggal pada bulan April 1997 secara mendadak yang membuat aktivitas bermusik Iwan Fals sempat vakum selama beberapa tahun. Galang dimakamkan di pekarangan rumah Iwan Fals di desa Leuwinanggung, Cimanggis, Depok Jawa Barat. Sepeninggal Galang, Iwan sering menyibukkan diri dengan melukis dan berlatih bela diri.

Pada tahun 2002 Iwan mulai aktif lagi membuat album setelah sekian lama menyendiri dengan munculnya album Suara Hati yang di dalamnya terdapat lagu Hadapi Saja yang bercerita tentang kematian Galang Rambu Anarki. Pada lagu ini istri Iwan Fals (Yos) juga ikut menyumbangkan suaranya.

Sejak meninggalnya Galang Rambu Anarki, warna dan gaya bermusik Iwan Fals terasa berbeda. Dia tidak segarang dan seliar dahulu. Lirik-lirik lagunya terkesan lebih dewasa dan puitis. Iwan Fals juga lebih banyak membawakan lagu-lagu bertema cinta baik karangannya sendiri maupun dari orang lain.

Pada tanggal 22 Januari 2003, Iwan Fals dianugrahi seorang anak lelaki yang diberi nama Rayya Rambu Robbani. Kelahiran putra ketiganya ini seakan menjadi pengganti almarhum Galang Rambu Anarki dan banyak memberi inspirasi dalam dunia musik seorang Iwan Fals.

Di luar musik dan lirik, penampilan Iwan Fals juga berubah total. Saat putra pertamanya meninggal dunia Iwan Fals mencukur habis rambut panjangnya hingga gundul. Sekarang dia berpenampilan lebih bersahaja, rambut berpotongan rapi disisir juga kumis dan jenggot yang dihilangkan. Dari sisi pakaian, dia lebih sering menggunakan kemeja yang dimasukkan pada setiap kesempatan tampil di depan publik, sangat jauh berbeda dengan penampilannya dahulu yang lebih sering memakai kaus oblong bahkan bertelanjang dada dengan rambut panjang tidak teratur dan kumis tebal.

Peranan istrinya juga menjadi penting sejak putra pertamanya tiada. Rossana menjadi manajer pribadi Iwan Fals yang mengatur segala jadwal kegiatan dan kontrak. Dengan adanya Iwan Fals Manajemen (IFM), Fals lebih profesional dalam berkarir.

TIPHIDUP.COM Merupakan media informasi seputar kehidupan dan motivasi yang akan menjadi inspirasi bagi anda ^_^

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

2 komentar

Write komentar
14 November 2016 11.43 delete

mantap gan ane sangat terinspirasi dgn iwan fals, memang benar kalo kita harus mmpertahankan pilihan kita, baca juga blog ane http://seberitaa.blogspot.co.id/

Reply
avatar
21 November 2016 19.49 delete

siap meluncur
baca juga http://www.tiphidup.com/2016/11/tips-cara-mengembalikan-mood-yang-hilang-dengan-cepat.html

Reply
avatar